Ulasan Dorama - Gintama 2 Rules Are Made to Be Broken (2018) - Maguma ID | Portal J-Pop Culture dan Geek Stuff

Post Terbaru

Maguma ID | Portal J-Pop Culture dan Geek Stuff

Portal J-Pop Culture & Geek Stuff

test banner

Post Top Ad

SafelinkU | Shorten your link and earn money

Post Top Ad

SafelinkU | Shorten your link and earn money

Sunday, January 20, 2019

Ulasan Dorama - Gintama 2 Rules Are Made to Be Broken (2018)


Inilah dia salah satu film yang paling ditunggu di tahun kemarin 2018, soalnya ini merupakan film live action adaptasi dari serial anime favorit saya, yaitu Gintama. Buat kalian yang belum nonton anime Gintama sebaiknya nonton deh, soalnya Gintama merupakan anime komedi terbaik yang pernah dibuat.
Oke, kali ini saya akan mengulas sebuah film yang merupakan sekuel dari Gintama yang rilis tahun 2017 kemarin, jujur saja saya gak begitu merasa puas dengan film pertamanya. Jadi langsung aja simak tulisan di bawah ini.


Sinopsis
Menceritakan tentang Gintama, Shinpachi dan Kagura yang ingin mencari pekerjaan tambahan untuk membayar sewa kontrakan. Sementara itu, Shisengumi juga dapet masalah.


Plot (7/10)


Seperti di animenya, film ini diawali dengan percakapan kocak dari Yorozuya dengan berbagai referensi film yang pernah ada (dan juga sama kaya Deadpool bisa interaksi dengan penonton gitu). Kemudian di lanjut dengan munculnya karakter baru dengan karakter yang khas seperti ibu kos yang nagih uang kontrakan yaitu Otose (ini membawa angin segar, soalnya di prekuelnya karakter ini gak muncul) dan dari sinilah aksi kocak Yoroyuza dimulai.

Akhirnya Gintama, Shinpachi dan Kagura haru cari kerja tambahan, dari sinilah mereka selalu dipertemukan oleh Shogun. Mereka selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk Shogun, tapi ya akhirnya malah jadi parah. Bagian yang paling saya suka adalah saat di Klub Kabaret dimana Yoroyuza harus menyamar dan menghibur Shogun, benar-benar menghasilkan komedi situasi yang sangat kocak. Tiap karakter punya karakter komedi tersendiri. Dan yang menurut saya paling nyebelin di bagian ini adalah si Manajernya, gaya ngomongnya menurut saya terkesan lebai banget (tapi mungkin bagi sebagian orang menganggap itu lucu).

Sementara Yoroyuza kerja sambilan dan ngelindungin Shogun, ternyata Shisengumi mengalami masalah yang berpotensi menjadi sebuah kudeta. Oke, jadi awal hingga pertengahan film ini seperti terdiri dari dua cerita utama dalam satu film, namun nantinya akan saling terhubung. Jadi ini menjadi kelebihan tersendiri dari film ini, selain kita disajikan cerita serius di Shisengumi, kita juga disajikan hiburan komedi dari cerita Yorozuya.

Koreografi adegan pertarungan di film ini, patut saya acungi dua jempol, karena keren banget. Dengan teknik pengambilan gambar yang nge-shoot banget ke wajah pemain dan bagian-bagian tertentu. Koreografi geludnya yang paling mantap adalah milik Bansai terutama saat gelud sama Gintoki, keren parah, ditambah dengan latar belakang kota bergaya futuristik.

Seperti ciri anime atau film Jepang, pasti saat adegan berantem pasti di selingi dengan ngobrol antara satu dengan yang lainnya. Satu lagi adegan yang paling saya suka adalah saat acara Debat Otaku, antara Wota dengan Otaku 2D yang sampe tawuran. Untuk plotnya menurut saya sih lumayan bagus, porsi komedi dan aksinya pas banget. Dan jangan harap kalian bisa menemukan karakter waras dan hal yang masuk akal di film ini.


Visual (7/10)


Film adaptasi ini digarap oleh studio Warner Bros, jadi untuk segi CGI sudah lumayan bagus meski masih terlihat kasar, tapi lumayan lah gak terlalu lebay. Saya paling suka dengan latar pas Gintoki sama Bansai berantem, latar kota bergaya futuristiknya terlihat begitu indah.


Karakter & Pemain (7/10)


Di sini ada Shun Oguri sebagai Gintoki, Masaki Suda sebagai Shinpachi dan Kanna Hashimoto sebagai Kagura. Dalam cerita ini pengembangan karakternya lebih difokuskan kepada Itou dan Hijikata Toshiro. Aktor terbaik di film ini menurut saya adalah Yuya Yagira yang berperan sebagai Hijikata Toshiro. Yang mana di film ini Hijikata punya dua kepribadian, ini digambarkan dengan begitu baik oleh Yagira melalui ekspresi yang berubah-ubah, yang berubahnya itu beda jauh. Dari karakter yang pemberani menjadi karakter pecundang maupun sebaliknya.


Soundtrack (6/10)


Film ini punya scoring yang lumayan bagus, terutama untuk adegan berantemnya yang diiringi dengan musik yang begitu asik, jadi menambah keseruan berantemnya. Film ini punya lagu tema yang berjudul Daifusekai yang dibawakan oleh Back Number.


Kesimpulan
Film ini bisa masuk ke dalam adaptasi dari anime dan manga yang gak mengecewakan, secara keseluruhan film ini punya porsi aksi, drama dan komedi yang disajikan dengan begitu pas. Menurut saya, film ini jauh lebih baik dari film pertamanya, jika dilihat dari segi plot dan karakter.

- Nilai Keseluruhan: 6.7/10

No comments:

Post a Comment