Ulasan Episode 1 - Yakusoku no Neverland (2019) - Maguma ID | Portal J-Pop Culture dan Geek Stuff

Post Terbaru

Maguma ID | Portal J-Pop Culture dan Geek Stuff

Portal J-Pop Culture & Geek Stuff

test banner

Post Top Ad

SafelinkU | Shorten your link and earn money

Post Top Ad

SafelinkU | Shorten your link and earn money

Friday, January 11, 2019

Ulasan Episode 1 - Yakusoku no Neverland (2019)


Hai MadNimers!
Yakusoku no Neverland a.k.a The Promised Neverland merupakan sebuah serial anime yang rilis di musim dingin 2019 yang diangkat dari sebuah seri manga Jepang yang ditulis oleh Kaiu Shirai dan diilustrasikan oleh Posuka Demizu.



Oke jadi kali ini saya akan memberikan kesan pertama dan opini saya terhadap episode perdana dari serial ini. Saya sendiri belum membaca manga-nya sama sekali, jadi saya tidak tahu apa-apa tentang apa yang akan terjadi di dalam anime ini, oke langsung saja simak tulisan di bawah.


Dengan mengusung genre fantasi gelap, fiksi ilmiah dan thriller, Yakusoku no Neverland menceritakan tentang anak-anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan bernama Grace Field House. Mereka dirawat oleh seorang pengasuh bernama Isablla dan seorang Suster. Mereka hidup dengan damai dan bebas untuk melakukan apa saja. Namun ada satu hal yang tidak boleh dilakukan oleh mereka yaitu jangan keluar dari kompleks panti asuhan.


Akan tetapi, suatu hari seorang anak bernama Conny dikirim untuk diadopsi. Setelah keluar dari panti asuhan, dia diikuti oleh kedua temannya bernama Emma dan Norman yang bermaksud mengembalikan boneka kelinci kesayangannya yang tertinggal di rumah.


Di saat Emma dan Norman menyelinap keluar dari kompleks panti asuhan, mereka melihat Conny telah tewas dan melihat kenyataan mengerikan bahwa anak-anak yatim piatu di Grace Field House adalah anak-anak yang sengaja diternakkan untuk dipergunakan sebagai makanan bagi kaum ras iblis.

The Last Smile

Setelah itu anak-anak yatim pitu berencana melakukan pelarian dengan beberapa bulan yang tersisa untuk mengubah nasib mengerikan mereka.


Dari sinopsisnya, anime ini terkesan cukup menarik. Dengan menggunakan konsep anak-anak melawan sesuatu yang jahat, dan itu mengingatkan saya dengan film IT dan serial Stranger Things, dan tentunya selalu menjadi hal menarik dimana anak-anak yang mencoba mengatasi rasa takutnya dalam menghadapi sesuatu yang jahat.


Diawali dengan pembicaraan karakter utama yaitu Emma, Norman dan Ray di sebuah gerbang yang dilarang dilewati oleh anak-anak. Di sini mereka membahas tentang rasa penasaran mereka akan sesuatu yang ada dibalik sana. Kemudian dilanjut dengan pembuka dengan lagunya yang memunculkan semangat.

That fckn' smile >:(

Kemudian kita diajak mengintip bagaimana keadaan panti asuhan tersebut, yang mana diawali dengan canda dan tawa, suasananya benar-benar membahagiakan. Sebelumnya kita kenalan dulu dengan karakter utamanya yaitu Emma, Norman dan Ray. Bisa dibilang mereka ini senior dan kakak di panti asuhan tersebut, yang selalu mengayomi adik-adiknya. Dan terlihat bahwa tiap anak di lehernya terdapat sebuah tanda pengenal berupa angka dan melakukan sebuah tes/ujian.


Animasinya tampak sangat halus, terlihat dari beberapa adegan Emma yang sangat aktif. Memang sih, diawal terlihat sanga menyenangkan dan pas untuk tontonan anak-anak, namun di bagian terakhirnya berujung tragis dan mengerikan. Dengan adanya karakter iblis dengan desain yang sangat mengerikan dan bisa menjadi mimpi buruk bagi anak-anak.


Saya bisa merasakan emosi dari Emma ketika dia menemukan mayat Connie, disaat itu pula saya merasa terkejut. Pengisi suaranya keren banget, terutama ketika Emma nangis setelah menemukan mayat Connie. Sayang sekali, padahal dia karakter yang paling imut dan lucu :’(


Kemudian di adegan terakhir ada Mama yang menemukan boneka kelinci milik Connie, kemudian tiba-tiba music berhenti dan tatapannya benar-benar bikin merinding. Lalu dilanjut dengan penutupnya dengan lagu yang bikin merinding, pokoknya keren deh.
Kesimpulannya ini anime sangat saya rekomendasikan, di sini kita akan melihat perjuangan bagaimana perjuangan anak-anak untuk melarikan diri dari penjara (dibaca: Panti Asuhan) dan cengkraman Mama yang menternakkan dan menjual mereka pada ras iblis.

-  - Nilai Awal: 9/10




No comments:

Post a Comment