Ulasan Dorama - Misumisou (Liverleaf) (2018) - Maguma ID | Portal J-Pop Culture dan Geek Stuff

Post Terbaru

Maguma ID | Portal J-Pop Culture dan Geek Stuff

Portal J-Pop Culture & Geek Stuff

test banner

Post Top Ad

SafelinkU | Shorten your link and earn money

Post Top Ad

SafelinkU | Shorten your link and earn money

Monday, December 17, 2018

Ulasan Dorama - Misumisou (Liverleaf) (2018)


"GILA SUMPAH! GAK WARAS!!"

Itulah yang mimin katakan setelah menonton film Jepang yang satu ini. 

Oke Madnimers, jadi kali ini mimin akan mengulas sebuah film live action adaptasi dari manga karya Rensuke Oshikiri. Beliau juga merupakan pengarang dari seri HIGH SCORE GIRL. Film ini berjudul Misumisou atau Liverleaf. Di dalam film ini kita akan ditemani oleh Anna Yamada, Shimizu Hiroya dan lain-lain. Oke jadi langsung saja mimin bahas film ini.


Film ini bercerita tentang Haruka Nozaki yang pindah ke sekolah baru di suatu desa, akan tetapi disana dia dibully habis-habisan. Satu-satunya teman sekelas yang selalu membelanya adalah Mitsuru Aiba. Suatu hari, rumah keluarga Haruka mengalami kebakaran. Orang tuanya meninggal dan adik perempuannya terluka parah. Oleh karena itu, Haruka Nozaki mengalami gangguan emosional yang begitu dahsyat dan mulai membalas dendan mereka yang telah membuat amarahnya memuncak.


Bagaimana? Dari sinopsisnya terkesan cukup mainstream, bukan? Eits, tapi biar mimin jelasin, ini bukanlah film tentang perisakan biasa. Dan dari semua film bertema perisakan yang pernah mimin tonton, Misumisou inilah yang menurut mimin paling ekstrim dan sadis. Beneran, mimin sampe speechless ketika nonton film ini. Dalam film ini kita akan disajikan adegan-adegan sadis dan gak waras. Semua adegan gila di film ini diadaptasi dengan baik dari manga-nya. 


Di menit-menit kita hanya akan disajikan adegan perisakan yang biasa terjadi. Awalnya sih mimin pikir ini cuma film perisakan biasa yang adegan gak sampe begitu ekstrim, tapi ternyata sutradaranya gak mau main aman. Di dalam film ini, menghabisi nyawa seseorang seolah begitu mudahnya hanya dengan alat sederhana yang bisa kita jumpai di sekitar kita. Rasa kegelisahan, amarah, putus asa dan kegilaan benar-benar terasa dari film ini.  Semua adegan sadis di film ini benar-benar digambarkan secara detail. 


Film ini bisa jadi tamparan keras buat orang yang suka melakukan perisakan, agar lebih memikirkan dampak apa yang akan terjadi ke depannya. Memang biasanya orang yang dirisak itu diam saja, tapi siapa tahu dia memendam amarah sampai memuncak hingga berani melakukan tindakan ekstrim pada orang yang merisaknya. Jadi pada dasarnya ini film soal perisakan dan balas dendam. Menurut mimin alur ceritanya udah mainstream, tapi dikemas dan dieksekusi dengan baik sehingga film ini punya daya tarik sendiri. Pengembangan ceritanya bisa terbilang bagus, karena akan kejadian tak terduga di film ini, jadi inilah yang mimin suka dari film ini dimana karakter tokoh semakin berkembang seiring berjalannya film ini.


Mimin salut sama para pemain film ini, bener-bener totalitas banget dalam berperan di film ini terutama sama pemeran karakter utama yaitu Anna Yamada dan tokoh antagonisnya yaitu Ootsuka Rena. Mereka berhasil menyampaikan rasa kegelisahan, amarah dan kegilaan kepada penonton dengan baik. Cerita ini berlatar di sekolah SMP, tapi mimin ngerasa ini latarnya di SMA, soalnya para pemainnya keliatan lebih tua, kalau Ootsuka Rena baru cocok jadi bocah SMP. Mimin paling suka sama aktingnya Ootsuka Rena, aktingnya mantep banget, karakter psycho-nya dapet. 


Sinematografi yang ada di film ini cukup bagus, adegan sadisnya bisa ditampilkan dengan begitu apik dan berdarah-darah, ditambah dengan latar salju yang menambah keapikan di film ini. Musik latarnya juga sudah oke dan cocok buat tiap adegan. 

Pokoknya film ini sangat direkomendasikan banget buat kalian yang suka film drama bertema perisakan atau bullying. Tapi tentu saja kalian harus bersiap dengan adegan ekstrem berdarah-darah yang akan terjadi di film ini. Secara keseluruhan filmnya hadir dengan konsep yang biasa yaitu perisakan dan balas dendam, namun berhasil dikemas dan dieksekusi dengan baik sehingga menghasilkan film perisakan dengan sensasi yang berbeda.

Profil Film
- Judul: Liverleaf
- Romaji: Misumisou
- Huruf Jepang: ミスミソウ
- Sutradara: Eisuke Naito
- Penulis Cerita: Rensuke Oshikiri (manga), Miako Tadano
- Produser: Kimiaki Tasaka, Koji Harada
- Sinematografi : Hidetoshi Shinomiya
- Tanggal Rilis: April 7, 2018
- Durasi : 114 min.
- Genre: Drama / Bullying
- Distributor: T-Joy
- Bahasa : Bahasa Jepang

- Negara : Jepang


Trailer



- Nilai Keseluruhan: 7.5/10

(*) Referensi: AsianWiki, WibuSubs (Gambar)

No comments:

Post a Comment