Tata Bahasa (Pola Kalimat) Dalam Bahasa Jepang - Maguma ID | Portal J-Pop Culture dan Geek Stuff

Post Terbaru

Maguma ID | Portal J-Pop Culture dan Geek Stuff

Portal J-Pop Culture & Geek Stuff

test banner

Post Top Ad

SafelinkU | Shorten your link and earn money

Post Top Ad

SafelinkU | Shorten your link and earn money

Wednesday, November 7, 2018

Tata Bahasa (Pola Kalimat) Dalam Bahasa Jepang


Halo minna - san ogenki desuka
Kali ini MadhaNime bakal belajar bersama lagi tentang tata bahasa dalam bahasa Jepang.Selamat belajar.
 TATA BAHASA
1. Tata Bahasa Dasar
            Belajar struktur pola kalimat dalam Bahasa Jepang.Subjek, predikat, objek, keterangan.
             Susunan kalimat dalam Bahasa Jepang berbeda dengan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Dalam Bahasa Jepang, predikat diletakkan di akhir kalimat.
Subjek - Objek – Predikat = Watashi wa hon o yomimasu.
わたし  は  ほん を  よみます。Saya membaca buku.
Subjek : Watashi.  (wa adalah kata bantu.Lihat ke materi partikel).
Objek : hon (buku)
Predikat : Yomimasu (membaca)
Partikel を oadalah untuk menghubungkan objek (kt benda) dengan kt kerja
(predikat).
Lala-san wa tegami o kakimasu.
ララさん は てがみ を かきます。Lala menulis surat.
Otoosan wa tabako o suimasu ka.
おとうさんはたばこをすいますか。Apakah ayahmu menghisap rokok?
Hai, suimasu. はい、すいます。Ya, menghisap (rokok).#Untuk membuat menjadi
negatif, rubah akhiran -masu menjadi -masen.
Iie, suimasen.いいえ、すいません。 Tidak, tidak menghisap (rokok)
Berikut adalah pola kalimat yang lebih lengkap, secara umum :Subjek - (keterangan waktu) - (keterangan tempat) - Objek - (kt bantu) – Predikat
Okāsan wa asa resutoran de pan o sukoshi tabemasu.
Ibu pagi hari di restoran makan sedikit roti.
Subjek        : Okāsan.
Ket waktu   : asa (pagi)
Ket tempat :  resutoran de (di restoran)
Objek           : pan  (roti)
Kata bantu  : sukoshi (sedikit)
Predikat      : tabemasu (makan)
Pasti kalian bertanya tanya mengenai kata kerja dalam contoh contooh diatas , (kok penulisan kata kerjanya beda dengan yang ditulis di materi kata kerja ya?)
Baiklah akan saya jelaskan kata kerja yang saya tulis di materi tahap kata kerja adalah keta kerja bentuk dasar / kata kerja yang belum mendapatkan imbuhan , sedangkan kata kerja yang saya tulis di materi tata bahasa adalah kata kerja yang telah mendapatkan imbuhan masu( positif ) dan masen( negatif ) , terus apa dong perbedaannya dengan kata kerja dasarnya , perbedaannya hanya dalam penggunaannya saja kata kerja yang di beri imbuhan masu dan masen digunakan untuk kegiatan formal seperti menggunakannya kepada orang yang lebih tua dari kita , mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari kita dsb karena masu dan masen memiliki kesan sopan , sedangkan kata kerja dasar lebih dianjurkan untuk digunakan saat kegiatan informal seperti berbicara dengan teman sebaya / teman akrab , berbicara kepada orang yang lebih muda dari kita dsb
Kalian pasti masih bingung cara merubah kata kerja dasar dan kemudian diberi masu / masen , OK langsung saja saya jelaskan
Contoh : Kangaeru(kata kerja bentuk dasar) + masu = Kangaemasu 
Cukup dengan menghilangkan ru dibelakang kata kerja dasar kemudian digantikan dengan masu , sama halnya dengan masu memberi masen pun juga sama
Contoh : Oboeru(kata kerja bentuk dasar) + masen = Oboemasen
Cukup dengan menghilangkan ru dibelakang kata kerja dasar kemudian digantikan dengan masen
Nah itu kan kalau untuk kata kerja yang berakhiran eru padahal kata kerja dalam bahasa jepang kan ada 3 kelompok , buseeet apa cara merubahnya sama ya? Tentu saja berbeda , Saya akan menjelaskan lebih detail kali ini
Untuk Kata Kerja Dasar berakhiran U
Contoh : Chigau + masu = Chigaimasu 
  : Chigau + masen = Chigaimasen
( cukup menghilangkan huruf u dibelakang kata kerja kemudian diganti dengan  huruf i dan diberi tambahan masu/masen )
Untuk Kata Kerja Dasar berakhiran KU
Contoh : Kiku + masu = Kikimasu
  : Kiku + masen = Kikimasen
( cukup menghilangkan huruf u dibelakang kata kerja kemudian diganti dengan  huruf i dan diberi tambahan masu/masen )
Dan untuk kata kerja yang berakhiran MU,BU,GU juga sama hanya menghilangkan huruf u dibelakang kata kerja kemudian diganti dengan  huruf i dan diberi tambahan masu/masen
Untuk Kata Kerja Berakhiran SU
Ini akan sedikit berbeda dari yang telah kita pelajari diatas , OK langsung saja
Contoh : Hanasu + masu = Hanashimasu
: Hanasu + masen = Hanashimasen
( cukup menghilangkan su dibelakang kata kerja kemudian diganti dengan shi dan diberi tambahan masu/masen )
Lho kok beda sih , kok bukan hanasimasu(itu malah salah besar) , di jepang tidak ada kata si yang ada adalah shi jadi tolong diingat ya !(untuk lebih jelasnya akan saya jelaskan di materi berikutnya yaitu disaat mempelajari huruf2 jepang)
Untuk Kata Kerja berakhiran SURU
Contoh : Benkyou Suru + masu = Benkyou Shimasu
  : Benkyou Suru + masen = Benkyou Shimasen
( cukup menghilangkan kata Suru kemudian diganti dengan Shimasu / Shimasen )
Untuk Kata Kerja berakhiran KURU
Contoh : Motte Kuru + masu = Motte Kimasu
  : Motte Kuru + masen = Motte Kimasen
( cukup menghilangkan uru dibelakang kata kerja kemudian diganti dengan imasu/imasen )

Nah cukup sampai disini dulu aja pembelajaran kita kali ini, semoga beemanfaat, kami mohon maaf bila masih ada kesalahan dalam penulisan.

No comments:

Post a Comment